Tag Archives: cinta

tak mengerti cinta

Satu kali perjalanan ke suatu tempat yang sering dijadikan orang sebagai tempat berlibur saya menemukan jati diri bahwa laki-laki itu penampar dan wanita adalah makhluk yang suka sekali menyambar.

Di sebuah sudut bar dan di temani beberapa bir di atas meja saya duduk sendirian melihat tingkah laku para turis yang sedang bersuka ria menari tertawa dan mabuk. Di sebuah meja tak jauh dari meja saya ternyata ada seorang bule yang sedang patah hati. Tapi sepertinya bule itu tak begitu kaya, setelah minumannya habis dia lalu datang ke meja saya dan mulai meminta minuman saya dan berlagak akrab dengan memulai beberapa percakapan menggelikan menjelek-jelekkan pacarnya.

Seingat saya dia tak pernah menanyakan nama apalagi menanyakan hal-hal pribadi tentang diri saya tapi mulutnya terus saja menceritakan tentang dirinya seperti senapan mesin. Saya bukan orang yang ramah dan dapat dengan gampang berbicara dengan orang lain. Dan saya rasa dia juga nggak begitu peduli dengan semua jawaban satu dua patah kata dari saya ketika dia minta jawaban dari pertanyaan-pertanyaan bodohnya.

Entah karna pengaruh minuman atau karena memang suasana dia lalu mulai menciumi dan memeluk. walaupun sudah beberapa kali di tolak ternyata bule itu masih saja terus menempel. mungkin mau dibelikan minuman lagi. Tak berapa lama setelah itu datang seorang anak pantai berbadan tegap dan tak memakai baju. Tanpa banyak bicara laki-laki itu langsung saja menampar perempuan itu dan menjatuhkan beberapa botol minuman. Entah apa yang mereka bicarakan setelah itu saya tak begitu ingin mendengarkan, mereka sibuk saling memaki dan saling mendorong. Orang-orang mulai datang mengerumuni, saya tak berniat untuk menghabiskan malam itu duduk diantara dua orang yang sedang saling kasih-mengasihi sambil memaki dan mengeluarkan kata-kata kotor, saya terlalu bosan melihat hal seperti itu dari kecil. lalu saya keluar dan memanggil taksi untuk pergi ke club di tepi pantai.

Advertisements

5 Comments

Filed under past