Jika Kehidupan Itu Adalah Pilihan

Senjata api adalah senjata pembunuh yang sangat mematikan, sebuah malaikat pencabut nyawa yang di gunakan seperti sebuah tape kuno pemutar kaset. Tinggal di tekan maka akan terdengar bunyi yang akan memekakkan dan juga bisa menggembirakan penggunanya.

Seorang penyanyi terkenal berambut pirang dengan suaranya yang serak tak mampu menahan desakan peluru yang keluar sehingga menghabiskan nyawanya saat itu juga tapi ternyata telah mampu membuatnya menjadi seorang legenda yang akhirnya hidup sampai kapanpun.

Tak banyak memang manusia yang mampu menjalani hidupnya dengan nyaman dan tak membutuhkan turbolance yang dapat memutar balikkan keingginannya untuk kembali ke awal kehidupan itu mula di berikan. Semenjak awal saya tak pernah untuk meminta semua sahabat saya yang telah mati untuk dapat hidup kembali dan mengembalikan semua kenangan-kenangan yang mereka bawa mati.

Seorang pengkothbah janji surga diatas bukit mungkin akan berkata penderitaan akan memberikan kebahagiaan bagi mereka yang mau menerima keadaan yang pedih dengan kesabaran, dan sesungguhnya kebahagaiaan akan datang menyapa diakhir jalan cerita dongeng indahnya surga. Jika memang demikian adanya kehidupan itu maka janjinya akan kebahagiaan di ujung penderitaan yang panjang, maka saya yakin jika di berikan pilihan apakah kamu mau dilahirkan ke dunia? saya akan menjawab dengan tegas “TIDAK”

Tapi tidak begitu keadaan yang sebenernya terjadi, kita mau tak mau dilahirkan ke dunia. oleh orang yang tak dapat kita pilih siapa, orang yang mungkin akan langsung membuang anaknya begitu sang bayi baru saja menghirup kehidupan. Orang itu bisa saja adalah seorang kaya raya, miskin, hina, terpuji, atau apaun.

Kehidupan itu adalah suatu kebetulan, oleh karna itu mungkin yang ada dalam fikiran para penulis, artis terkenal yang memilih mati dengan desakan peluru yang keluar dari sebuah mainan menyerupai malaikat itu adalah sebuah keinginan yang tak dipenuhi. yaitu “bunuhlah saya ketika saya sedang berbahagia”.

Sebagai akhir dari postingan ini saya memilih sebuah kutipan dari sebuah tulisan dari seorang penulis fiksi yang sudah uzur oleh penderitaan hidup walaupun umurnya masih teramat muda. “hidup adalah lelucon yang samasekali tak lucu”

Advertisements

15 Comments

Filed under present

15 responses to “Jika Kehidupan Itu Adalah Pilihan

  1. Selamat Pagi Sahabat, terima kasih ucapannya di blog saya…ini blog kok masih mulus..baru ganti baju yah….menarik sekali artikelnya…saya berharap akan muncul terus artikel2 menarik untuk menambah pengalaman dan pemahaman sahabat2 lainnya, terima kasih n salam

  2. saya ko lebih setuju kalo yang jadi pilihan itu bukan ‘kehidupan’nya, tapi ‘cara’ kita menjalani kehidupan itulah yang jadi pilihan…

  3. Neozam

    Yup.stuju ama pendapatnya kidungjingga.bukan khidupan yg jadi pilhn,tp gmana cr kt memandang n menjalani hidup jauh lebh pentin. Thanks ats kunjungannya.

  4. Salam 🙂

    Jangan terlalu cepat menyimpulkan sobat, karena ketika kita telah menyimpulkan maka hidup kita pun berakhir. Kita harus terus belajar untuk menggali apa makna hidup ini.

  5. hello 🙂
    mnrtku pribadi hidup itu indah kok… 🙂 aku pikir yg Diatas ga akan menciptakan sesuatu yg buruk…

  6. asfi

    hei, trima kasih sudah berkunjung…:)

  7. #Eddy Prasetyo
    makasih atas pujiannya mas, tapi blog ini memang baru. saya tak yakin tulisan ini memberikan pengalaman dan juga masukan yang baik untuk yang membacanya. tapi terimakasih udah mau meluangkan waktu membaca nya. 🙂

    #kidungjingga
    yah saya rasa itu ada benarnya,
    mungkin saya harus mencari cara mengisi kebosanan ini dengan kegiatan yang baru. ngeblog sejauh ini sangat menyenangkan ternyata karna saya jadi punya banyak teman.

    #Neozam
    ketika pandangan dan yang dirasakan membuat kehidupan menjadi suatu hal yang tak dapat diterima oleh hati. disitulah masalahnya mulai terasa.

    #Dimas
    salam dimas
    makasih atas sarannya.
    saya bukannya mau berhenti belajar tapi saya cuma mau cepat lulus.

    #Carra
    tapi bukankah Dia juga bilang selalu menciptakan segala sesuatu itu berpasang-pasangan?

    #Asfi
    sama-sama

    @all
    thx yah dah membalas kunjungan saya.

  8. curahan isi hati ya?

  9. mas..
    kalo nanti mo bunuh diri..
    jangan lupa ajak gw yaa…
    ato kalo emang pengen mati sendiri
    wasiatnya bwat gw aja..hahaha…

    *evil smile mode on

  10. menertawakan kepedihan lucu juga.
    tapi nggak lucu2 kali lah.
    huhuhu

  11. menurutku tidak lagi penting menanyakan apakah hidup itu pilihan atau kebetulan. Karena jika sampeyan menulis ini, artinya sampeyan telah diberi akses limited time based didunia.
    Yang jadi persoalan adalah bagaimana memanfaatkan akses terbatas itu, ada lebih banyak pertanyaan yang lebih urgen untuk dibahas, digugat dan disesali. Apalagi untuk orang secerdas anda 😉

  12. bunuhlah saya ketika saya sedang bahagia

    saya suka dengan kalimat ini… 😀
    ada peleburan antara kepasrahan dan pengharapan…

  13. #nexlaip
    🙂

    #dny_uhuuy
    makasih

    #bedhiah
    memang nggak terlalu lucu.
    thx yah bro …

    #lainsiji
    wah saya nggak cerdas.
    saya hanya sedang tergoda untuk membahas masalah ini, mungkin lain kali ada masalah lain yang lebih menarik. siapa tau?

    #Qzink666
    🙂

  14. kita udah kepalang hiduup..
    hadapi hidup atau mati sekarang…

  15. #tonKin
    yup saya rasa kamu benar,
    sekali lagi saya menulis judul diatas. seandainya Kehidupan Itu Adalah Pilihan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s